Ingin Jadi Karyawan Teladan? Penuhi 6 Kriteria ini

Menjadi karyawan teladan merupakan predikat yang diidamkan banyak orang. Dengan menjadi karyawan teladan, Anda akan disayang atasan dan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan promosi jabatan, bahkan kenaikan gaji.

Namun cukup sulit mendapatkan predikat karyawan teladan karena dibutuhkan kerja keras dan prestasi yang dibanggakan. Berikut enam kriteria penting yang harus Anda penuhi:

 

1. Jujur
Di mana pun Anda bekerja, kejujuran merupakan hal paling penting yang harus Anda miliki, termasuk di tempat kerja. Misalnya, bila Anda melakukan kesalahan, kejujuran Anda untuk mengakuinya tanpa berusaha mencari kambing hitam adalah hak yang positif. Selanjutnya, Anda akan berusaha untuk memperbaiki kesalahan tersebut dan belajar dari pengalaman agar tak mengulang kesalahan yang sama.

Jujur juga berarti Anda tidak menyalahgunakan fasilitas kantor dan tidak bolos kerja dengan berbagai alasan yang dibuat-buat.

2. Setia Pada Perusahaan
Menjadi kutu loncat dengan pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lain dalam waktu singkat akan menjauhkan Anda dari predikat karyawan teladan. Setia pada perusahaan adalah mutlak perlu. Tentu ini tak berarti Anda harus bekerja di perusahaan yang sama hingga belasan tahun. Hanya saja, pertimbangkan dulu setiap Anda mendapat tawaran pekerjaan baru, apakah pekerjaan Anda di kantor ini sudah selesai? Apakah Anda sudah cukup berkontribusi pada perusahaan? Jangan sampai loncat-loncat tanpa meninggalkan jejak, karena reputasi Anda di mata perusahaan lain pun akan ternoda. 

3. Attitude Baik
Setiap perusahaan membutuhkan figur untuk dijadikan contoh bagi anggota timnya, dari mulai prestasi kerja, sikap, disiplin, juga tingkah laku. Apabila Anda rajin bekerja, selalu berprestasi dan lain-lain, namun perilaku Anda sering menimbulkan drama di tempat kerja, segala prestasi Anda bisa terlupakan. Beberapa orang memang lebih mudah terpancing emosinya, namun jika Anda termasuk orang seperti ini, setidaknya berlatihlah cara-cara meredam emosi di tempat kerja. 

 4. Mampu Kerja Sama dengan Siapapun
Perusahaan akan berkembang dan maju apabila didukung oleh segenap orang yang terlibat di dalamnya. Jadi, karyawan yang mampu bekerja sama dengan baik dalam teamwork adalah aset penting bagi perusahaan.

Ini termasuk jika Anda dipasangkan untuk bekerja dengan karyawan yang sulit diatur atau pun mereka yang malas. Poin lebih jika Anda justru bisa memotivasi mereka untuk bekerja lebih giat.

5. Pekerja Cerdas
Bekerja cerdas jauh lebih baik dari bekerja keras. Karyawan yang datang paling pagi dan pulang paling malam memang kelihatannya rajin sekali, tapi ini juga bisa berarti dia kurang fasih dalam manajemen waktu, sehingga ia membutuhkan waktu yang lebih lama dari rekan-rekan kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaan.

 

Jika Anda seorang pekerja cerdas, tak hanya semua pekerjaan selesai sebelum deadline, hasil pekerjaan Anda pun berkualitas. Dan jika pekerjaan selesai lebih awal, ini artinya Anda masih punya waktu untuk riset atau mencari ide-ide yang bisa diusulkan pada perusahaan.

6. Menghargai Waktu 
Untuk menjadi karyawan teladan, Anda tentu diharuskan selalu masuk dan pulang kantor sesuai dengan jadwal yang sudah ditetapkan dan tidak pernah membolos dengan berbagai alasan pembenaran. Beberapa perusahaan memiliki jam kerja yang fleksibel, namun setidaknya pastikan Anda tak pernah datang terlambat setiap ada janji meeting atau presentasi.

Bagaimana? Tidak sulit kan menjadi karyawan teladan?

 

Share
Komentar