Jangan Pindah Jalur Karier Tanpa Tujuan Jelas


Lalu, apakah perpindahan jalur karier ini adalah solusi bagi mereka yang merasa ‘stuck’ dan jenuh pada pekerjaannya saat ini? Belum tentu.  Menurut Elvi Fianita S.Psi., konsultan karier dan penulis buku Happy Career, sebuah perpindahan karier haruslah merupakan bagian yang berkesinambungan dari sebuah perjalanan menuju pembentukan jati diri yang kita inginkan, yang merupakan perwujudan dari aktualisasi diri yang sepenuhnya.
 
“Jangan sampai tidak memiliki tujuan jangka panjang, sehingga tidak memiliki arah ketika berpindah karier. Apalagi hanya karena ‘patah hati’ dengan pekerjaan sebelumnya. Jangan pula karena ingin coba-coba, karena waktu yang kita habiskan akan sangat mahal, sebab berpotensi tidak seimbang dengan manfaatnya,” ujar Elvi, mengingatkan.
 
Sebaiknya kita tidak mengambil pilihan karier yang tidak memiliki hubungan atau tak membantu mencapai tujuan karier jangka panjang. Suatu karier harus dilihat sebagai proses pertumbuhan dan perkembangan kompetensi dan konsep diri yang berkesinambungan, di mana tiap karier yang dijalani lebih serupa tangga-tangga yang harus dilalui. Selama tangga yang dijalani membawa kita pada tujuan akhir yang diinginkan, tentunya tidak ada yang namanya penyesalan telah salah memilih, meskipun karier yang kita pilih itu harus diakhiri.
 
Kalau dari awal pilihan karier ditujukan sebagai proses pembelajaran, sebagai sarana untuk membantu kita makin skillful dalam karier berikutnya, seburuk apa pun situasi, tetap ada pelajaran yang bisa diambil. Lain halnya jika pemilihan karier itu tidak jelas tujuannya dari awal, dan bukan merupakan suatu kesinambungan menuju satu karier tertentu. Ketika harus diakhiri karena ada sesuatu yang tidak menyenangkan, akan terasa seperti suatu kesia-siaan, atau bahkan sering kali membawa kita harus memulai dari nol lagi

Share
Komentar